Menyikap Fenomena Tawuran antara Pelajar

December 29, 2012 WIB
Oleh : SMP N 1 Tayu       Masalah Pendidikan

Belakang ini sedang gempar-gemparnya berita akan tawuran antar pelajar terutama di Ibu Kota Jakarta hingga menewaskan para pelajar. Di Jogjakarta sendiri yang dikenal sebagai kota pelajar serta keramah tamahanya sudah ternodai pula dengan adanya tawuran antar pelajar telebih antar SMA maupun SMK yang ada di Jogja. Tawuran sendiri sudah lama ada diantara para pelajar di Jogjakarta ini yang penyebabnya mungkin hanya sepele dan dipicu oleh saling ejek semata atau pun dipicu oleh dendam lama yang tidak jelas dari mana muasalnya.

Setiap orang tentunya pernah mengalami masa-masa SMA maupun SMK , terutama saya dan disaat saya dulu SMA saya pun mengalamai yang mana namanya tawuran dan saat itu saya dipicu oleh kakak angkatan saya , dimana menurutnya SMA A saya dengan SMA B sebagai musuh sudah mempunyai dendam lama. Dendam yang dimaksud adalah saat tim sepak bola SMA saya kalah dengan SMA B hingga terjadi cekcok mulut hingga terjadi tawuran , dan oleh stigma itulah saya yang tentunya bangga dengan sekolah saya dan tidak mau dihina ikut terpancing oleh budaya tawuran.

Dalam hal ini siapa yang harus disalahkan atas tewasnya beberapa pelajar. Mungkinkah manajemen pendidikan di Indonesia yang salah atau cara mendidik para guru yang masih kurang benar dalam mendidik siswa-siswanya. Bahkan dalam sebuah wawancara Muh Nur salah dalam melontarkan pernyatanya bahwa ilmu pengetahuan alam serta sosial akan dihapuskan dan diganti dengan ilmu pengetahuan kewarganegaraan , apakah pantas seorang menteri memberikan pernyataan seperti itu. Hal ini lah yang yaat ini masih menjadi problematik dalam memenejemen pendidikan yang ada di Indonesia ini.