Aktivitas membaca kini bukanlah aktivitas kuno di zaman ponsel pintar. Kita dapat menikmati novel, komik, berita, serta puisi hanya dengan perangkat ponsel pintar. Namun, tantangannya muncul ketika kita sering menghabiskan waktu berjam-jam di layar ponsel pintar dengan keinginan untuk membaca, tetapi pada akhirnya malah terjebak dalam “scroll TikTok” sampai mengabaikan waktu, sementara yang sebenarnya dibaca hanyalah dua baris caption dan komentar orang lain.
Menurut pendapat saya, inti permasalahan bukan terletak pada ponsel pintar itu sendiri. Ponsel pintar hanyalah alat, namun yang paling penting adalah kemauan kita. Saya telah membiasakan diri untuk meluangkan waktu 15 menit sebelum tidur agar membaca, baik itu artikel, cerita, maupun novel. Meski awalnya terasa sulit, namun lama-kelamaan saya menjadi terbiasa, karena membaca dapat menenangkan pikiran, jauh lebih damai dibandingkan saat melihat berbagai notifikasi.
Ayo kita mulai mengimplementasikan perubahan kecil yang berdampak besar. Alihkan 15 menit yang biasanya kita gunakan untuk scrolling TikTok menjadi 15 menit untuk membaca buku melalui ponsel pintar. Ingatlah : orang-orang sukses tidak muncul secara kebetulan, melainkan dibentuk oleh buku-buku yang mereka baca.
Sebagai Generasi Spensata, sudah waktunya kita mengambil inisiatif utama. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah Generasi Literasi yang cerdas, kritis, dan berpengetahuan luas demi masa depan yang cerah!
“Orang hebat tidak dinilai dari seberapa canggih smartphone (HP) yang dimilikinya, melainkan seberapa luas wawasan yang ia serap melalui membaca.”
— Generasi Literasi
Ditulis oleh : Gustya Putri N. (9B)







